"Ini Bang!" memberikan dua lembar uang pecahan seratus ribu pada Bang Mamat. "Nggak usah, Neng. Kali ini Abang traktir deh. Itung-itung salam perkenalan sama pacarnya, Neng Alesya." "Iih, Bang, nggak mau gitu ah! Saya memaksa, Bang. Abang kan jualan, masa kasih gratis ke kita. Nanti Bang Mamat merugi gara-gara kita." "Iyah betul!" timpal Mia pada perkataan Alesya. "Kalau nggak mau dibayar, besok-besok kita nggak mau datang lagi nih!" ancam Mia. Mereka bukannya tidak tahu diri menolak kebaikan Bang Mamat. Hanya saja, mereka tidak ingin jerih payah Bang Mamat terabaikan begitu saja. Meski Bang Mamat ikhlas, tetap saja mereka tidak. Karena bagi mereka, Bang Mamat yang sejak pagi sampai sore berjualan disini pasti sangat lelah. Meski bagi mereka itu tidak seberapa, tapi bagi Bang Mamat it

