"Aku harus pulang," ucap Alesya. "Toh, luka dan lebam diwajahku sudah mulai menghilang." Lebam dipipi dan luka diujung bibirnya sudah membaik daripada sebelumnya. Jadi, sudah waktunya dia kembali ke rumahnya. Dia tidak boleh berad di rumah Kai lebih lama lagi dari ini. Suasana diantara mereka menjadi lebih canggung saat mereka berada di rumah, daripada saat keduanya berada diluar rumah. "Haruskah?" "Apa seharusny kita menikah secepat mungkin agar tidak perlu berpisah lagi?" "Pfft!" kekeh Alesya saat melihat ekspresi wajah Kai yang tampak seperti seekor anjing yang makanannya direbut. Menggemaskan! "Jangan bicara sembarangan! Menikah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, Sayang. Kamu juga belum mendapatkan kepercayaan papa, 'kan? Masih banyak yang harus kita lakukan, jadi perl

