Kai melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti. Membawa Alesya ke dalam kamarnya dan membaringkannya dengan hati-hati. "Kai," lirih Alesya saat pria itu menaruhnya dengan hati-hati di atas ranjang miliknya. 'Apa Kai tidak menyukainya? Apa dia membenci yang barusan? Kenapa dia tidak mengatakan apa pun?' Hatinya begitu cemas memikirkan Kai yang tidak meresponnya sama sekali. "Umh!" Kai menahan sekuat mungkin dirinya agar tidak menyentuh Alesya. Namun, dia dikalahkan oleh ego-nya, yang ingin memiliki Alesya sekarang juga. "Puhah! Kai...," lirih Alesya saat dia memiliki kesempatan berbicara. Kai menciumnya dengan agresif dan tidak memberinya kesempatan berbicara. Dia bahkan hampir saja kehabisan napas. "Aku menginginkanmu, Sayang," pintanya dengan wajah memelas. Dia begitu mengin

