Mama memaksa mengantar sampai Jakarta, alasannya sih sekalian mau ke Bandung nengok anak bungsunya; Sasriya Danastri. Adik kecilku yang kadang nyeleneh itu. "Baik-baik ya Kak! Kalo ada apa-apa langsung telefon Mama atau Papa." "Iya, Ma. Udah ya? Ara masuk." Kataku. "Yaudah iyaa, hati-hati sayang!" Ujar Mama sambil memelukku sebentar, tak lupa mencium sebelah pipiku. "Salam buat Sasi, sama Mami Bian dan semuanya." "Yeah sayang!" Mama berbalik, menghampiri Pak Dendi yang menunggu di kejauhan. Saat Mama tak terlihat lagi, aku langsung masuk ke bagian dalam dan menunggu pesawatku yang akan berangkat dalam waktu 30 menit ke depan. *** Kuletakkan barang-barangku di atas sofa, lalu menatap ke jendela, menc

