"Eh tar dulu, bener gak ini?" Seru Mutia. "Gak peduli bener apa engga! Cerita lo!" Paksaku. "Dihh, bentar gue ambil minum dulu, aus." Mutia bangkit dari beanbag yang ada di ruanganku, ia keluar sebentar. Mungkin hanya satu atau beberapa menit. Tapi entah kenapa aku merasa lama sekali. Aku sudah menunggu jawaban ini setahun lebih. Gosh! Mutia kembali dengan dua tumblr, ia memberikannya padaku. Aku menenggak isinya dan ternyata sirup favoritku, rasa pisang s**u. "Ayok cepet!" Seruku. "Iya iya!" Mutia duduk kembali di tempatnya. Dia sengaja benerin kerah kemeja sok keren gitu. Astaga! Ini anak kenapa nyebelin di saat yang gak tepat sih?! "Mut!" "Waktu SD sampe SMP, kan gue di Menado tuh yaa

