Mendarat di Norwegia, aku bahagia begitu melihat ada dua wanita yang menungguku di terminal kedatangan. "Dasima!" Seruku ketika berdiri di hadapan Melani dan Dasima. "Yaaaaa-yah!" Serunya mengulurkan tangan mungilnya. Aku langsung menyambutnya, mendekapnya ke dadaku. Kucium puncak kepalanya. Emang ya, bayi tuh wanginya khas. Enak! Mulai sekarang, ini adalah wangi kesukaanku. "Kamu gak bilang ke aku kalau kamu ke Gorontalo. Dua hari lalu Bapak telefon aku." "Kamu tuh manggilnya ayah apa bapak sih?" Tanyaku "Jangan ngalihin pembicaraan ah!" "Jangan di sini." "Kamu mau gendong Lala? Sini ranselnya aku bawain." tawarnya. "Gak usah, aku bisa sendiri. Enteng kok!" Dasima menepuk-n

