Andini tersenyum tipis. "Aku sudah menghukumnya, Ly. Aku memberikannya ramuan yang diracik oleh opaku. Laily mengernyitkan dahinya. "Opa Miles?" "Betul. Bagaimana menurutmu?" "Ramuan apa, Ndin?" "Untuk melumpuhkan syarafnya, Ly. Walaupun memang tidak langsung, tapi jika diberikan rutin, efeknya bisa fatal." Laily mengangguk, ia tersenyum. Tangannya menggengam tangan sahabatnya dengan tatapan nanar. "Apapun yang kamu lakukan, aku akan terus mendukungmu, Ndin." "Terima kasih Ly. Sudah hilang kesabaranku untuknya Ly. Aku salah besar telah memilihnya dahulu." "Sudahlah, sudah berlalu. Yang penting sekarang kamu fokus debgan tujuan kamu. Dan jika kamu berniat ingin menggugat cerai suamimu, silakan siapkan aja berkasnya ya? Aku akan proses." "Iya, tapi tunggu ya Ly, aku akan memindahkan

