SAHABAT KECIL
*Prof Author*
Kau yang ku damba, selalu di hati ku, mengingatkan ku tentang kenangan masa lalu.
Dia adalah Viras Mulya Pratama, aku juga tidak tau bagaimana anak kecil sepertu bisa terobsesi dengan nya. Aneh nya setelah hampir 12 tahun lamanya kami berpisah, dan aku sudah berusaha untuk melupakannya tetap saja tidak segampang yang orang bicarakan, nama dan parasnya masih terus berada di dalam hati ku yang terdalam.
Aku Kenya Nadira Lestari (22) tahun mahasiswi semester akhir Fakultas Ilmu Kesehatan yang kuliah di Universitas terbaik di Indonesia.
Haii apa kabar mu sekarang, ingatkah kau dari kecil kita selalu bermain bersama.
Ternyata kau laki-laki pertama yang ku suka kata orang First Love
Dan sekarang sudah 12 tahun berlalu
aku belum juga tau keberadaan mu.
Bruk!! "A-aw sakit!!"
aku merasa tertabrak seseorang dari belakang.
"Ups! Sorry" seseorang melewati ku dia menengok 1 atau 2 detik ke arahku.
"Aku buru-buru" sambungnya lalu berlari lagi.
"Hei bung lain kali hati-hat-" suara ku mendadak hilang, wajah itu seperti seseorang yang tak asing bagi ku di masa lalu.
"Hei... Tanggung jawab lo!" celetuk vicka sahabat ku.
"Kenapa apa dia terluka?" tukas pria itu lalu menatap ku dengan tatapan malas.
"Eh, lo ngak liat temen gw-" Vicka balas menatap pria.
"Udahlah, Vic gw ngak papa kok" Aku menarik ujung baju sahabat ku itu.
"Ngak bisa gitu dong key dia-" vicka berbalik memarahi ku tapi sebelum ceramahnya selesai, sebuah tangan besar menarik lengan ku dengan kasar, dan mata kami bertemu, mengikis jarak diantara kami.
"Ayo ikut gw ke UKS" Suaranya lantang, membuyarkan lamunanku.
"Maaf tidak usah, kalaupun saya terluka saya akan ke UKS sendiri!" tukas ku.
"Udah clear kan, saya permisi dulu bye!" Pria itu menunjuk kearah vicka lalu melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan kami, untung tidak banyak orang yang berkerumun saat kejadian itu, aku sangat malu rasanya.
"Eh apa tuh key" Vicka menunjuk sesuatu yang sepertinya bukan milik ku terjatuh di tanah.
"Kayaknya kartu mahasiswa deh Vicka" tanpa aba-aba aku ambil kartu itu, dan aku tercengang begitu k*****a nama yang tertera pada kartu persegi panjang itu "Viras Mulya Pratama" ku kucek kembali mataku, mungkin tadi aku sedang halusinasi atau mataku ini salah membaca nya mungkin.
Ya Tuhan... ini..... ???
Flash back
Saat usia 6 tahun kami maksudku aku, Viras, Mutia dan Lukman bisa di bilang sahabat.
kami selalu berangkat ke sekolah bersama, pulang dari sekolah bersama dan main bersama, yang aku suka dari mereka tidak ada yg melihat persahabatan kami dari segi ekonomi, karena sejujurnya diantara kami berempat keadaan ekonomi keluarga ku sangat sederhana, pada saat itu rumah ku hanya sebuah kontrakan kecil, dapur dan kamar mandinya saja bergabung hihiii miris kalo di ceritain, dan tiga orang teman ku yang lain punya rumah sendiri yang terbilang cukup luas.
biasanya sehabis pulang sekolah kami singgah di pinggir kali, hanya sekedar bercerita, jajan atau nyemplung main di kali kecil itu.
dan kami suka M*ndi bersama loh saat kecil yah!
Tapi ada yang spesial diantara mereka bertiga untuk ku, entahlah sejak kapan aku mulai menyukainya.
Ruang kelas 4
"Viras maju!" perintah pak Surya.
pak Surya guru matematika sekaligus wali kelas kami, dia sangat disiplin dalam mengajar, tidak ada kata terlambat, tidak mengerjakan tugas apalagi bolos sekolah, bisa gawat akibatnya.
"Iya pak" jawab nya dengan raut wajah yang santai.
"Kamu tolong jawab soal matematika itu" tunjuk beliau kearah papan tulis.
85x99=(85xn)-(85x1) berapa nilai n? baca ku dalam hati.
"Jawabannya 100 P-pak" ku liat jawabannya agak terbata-bata.
"Kenya benar tidak jawaban Viras?"
tiba-tiba Pak Surya bertanya pada ku.
"Each, salah Pak" suaraku men-cicit.
"Jawabannya 90 Pak" aku yang sudah menghitung terlebih dahulu.
"Kenya maju" tanya Pak Surya kembali.
"Iya Pak" suaraku terasa berat.
Ku beranikan langkahku ke meja guru.
"Kenya tolong nanti kamu jelaskan ke Viras jawaban yang benar" ih nih guru ngomong aja yah, siapa yg guru siapa yg murid.
"Kok saya pak" tanyaku masih binggung.
"Jawaban mu benar dan jika kamu yang jelasin pasti bisa lebih di mengerti oleh nya" Pak Surya menjelaskan.
"Benarkan Viras" tanya pak Surya sambil menatap anak laki-laki itu, yang seperti nya terus menunduk.
"Jabatan tangan dulu lah" sambil tersenyum geli.
"Ahh nggak ah pak" aku gugup sekaligus maluuuuu sekali saat itu.
"Cie cie" suruh teman-teman sekelas ku.
"Cie Viras jadian nih" seru Mutia, ahh teman baikku sendiri padahal.
tiba-tiba tangan kami berdua di genggam oleh pak Surya, dan di satukan. Ya Tuhan ini deg-degan parah banget, jantung berasa mau copot.
"Apaan sih Pak" Ku coba menarik tangan ku tapi genggaman guruku terlalu kuat, dan ku lihat Viras juga pasrah dengan kelakuan guru kami. tapi aku terlalu malu aku coba kembali melepas tangan besar itu dan berlari ke bangku ku.
Malu banget sumpah,
Dan saat itu aku sadar kalau aku pertama kali menyukai seorang pria
dia lah Cinta pertama ku.
Tapi itu tidak berlangsung lama, karena saat kami memasuki kenaikan kelas lima Viras pindah sekolah ke suatu kota karena mengikuti tempat dinas ayahnya bekerja. Kejadian itu cukup membuat ku merasa kehilangannya seseorang yang berarti dalam hidup ku, dan sampai saat ini belum pernah ada yang bisa menggantikan dirinya di relung hati ku yang terdalam.
Saat itu tidak seperti jaman ini yang ada alat komunikasi super canggih dan cepat. Aku hanya tau nomer telephone rumahnya dan dua tahun kemudian aku memberanikan diri untuk mencoba menghubungi nya dan seseorang disana menjawab kalau viras dan keluarganya sudah pindah ke suatu kota, aku terlambat ternyata, harus dimana lagi aku mencari jejaknya.
Dan sampai saat ini aku belum pernah mendengar kabarnya lagi, aku mencoba mencarinya di semua media sosial yang ku tahu tapi hasilnya nihil.
Terkadang aku masih berharap suatu saat aku bisa bertemu dengannya, walaupun nanti kenyataannya dia tidak di takdirkan berjodoh dengan ku.
Tapi ternyata aku salah sangat sakit rasanya saat mengetahui orang yang sangat kita cintai sedikitpun tidak mengenali ku, dan jika bertemu dengannya hanya akan membuat hati ku sakit, lebih baik aku tidak meminta pada yang di Atas untuk berjodoh lagi dengannya, tapi mungkin doa ku yang pertama yang di dengar Tuhan hingga saat ini aku berhadapan langsung dengan pria tersebut.
Mohon dukungan dan support untuk karya pertama ku yah..
Karena support dari kalian akan membuatku bersemangat untuk melanjutkan ide cerita ini terima kasih....
Salam kenal H3first