Keperawatan Anak

1105 Kata
"Hufh....lelahnya" ku tundukan kepala di atas meja Nurse "Brak.....! Banget key, mana besok kita ujian praktek lagi" Lina membanting buku yang dia bawa sejak tadi. "Iya,,,, semoga besok pasien kita kooperatif yah Lin, dan dosennya lagi baik mood nya Aminnn" sambil berdoa dalam hati, iya sudah hampir 5 hari kami praktek atau magang di Rumah sakit ini. Di samping RS ini milik pemerintah dan karena terkenal dengan mutu pelayanan yang baik, maka bisa di pastikan pasien yang berkunjung ke sini selalu ramai. Karena kami anak magang atau PKL sudah pasti sering di suruh-suruh Kakak senior disini, tau diri juga sih hihiii... Kaki ku rasanya kayak keliling lapangan sepak bola 100 kali, ehh lebay yah' tapi pegal banget kok sumpah. Sebentar-bentar bel di ruangan pasien berbunyi, entah itu cairan infus habis, anak rewel, minta tolong gantikan baju pasien, belum lagi tugas wajib kami memang harus mengkaji pasien yang datang ke sini. "Ehmmm.... mata gw kayak panda yah item banget, liat tuh key" tanya Lina saat melihat pantulan wajahnya di cermin. "Sama kali lin kalo itu mah" "Ah Lo mah tetep cantik key walaupun kayak gtu, lah gw....." "Ustt udah ah berisik, tuh ada pasien baru Dateng lagi" aku menyatukan mulutku dan jari telunjukku. "Ah.... pasien lagi!" imbuhnya dengan langkah gontai mengikuti ku yang setengah berlari. Ku rapikan tempat tidur, ku pasang Sprei dan sarung bantal baru, sementara perawat senior sedang menjelaskan proses administrasi. "Silahkan masuk adik cantik" sapa ku pada pasien baru sore itu. "Hu...huhu..huhu... sakit ma..." ku lihat dia mengadu kepada mamanya sambil dipangku diatas kursi roda, aku membantu memegang botol infus ketika mereka bangun dan membaringkan anak itu. "Iya tahan dikit yah sayang, kalau panasnya hilang nanti di lepas kok, iya kan suster" suara lembut mamanya menenangkan dia. "Iya dek, obat nya biar masuk dulu yah terus lawan kumannya biar biar Ade cepet sehat Cat...Ciat ciat.." aku menerangkan pada anak tersebut smbil meninju tangan ku ke buku catatan kecil yang ku bawa. "Hihihi.... bener yah suster, sebentar lagi aku sembuh" tawa kecil anak itu, membuat ibunya tersenyum pada ku, setelah itu aku mengkaji riwayat penyakit pasien, keadaan pasien saat ini dan keluhannya,dll "Ohh jadi namanya Aqila yah Bu, semoga Ade cepat sembuh yah bu. "Makasih yah sus" ibu itu mengulas senyum manisnya ke padaku, sambil mengelus kepala anak tersebut yang mulai tertidur. Keesokan harinya aku dan Lina bergegas ke rumah sakit, kami kebetulan ngekos bareng di sekitar rumah sakit ini karena dari tempat ku tinggal lumayan jauh kalo harus pulang pergi sayang waktunya bisa ku pergunakan untuk mengerjakan tugas atau pun belajar. Besok Ujian Praktek, hari ini aku akan minta izin pada orang tua qila, agar qila mau menjadi pasien ku. "Bismillah...." ku melafazkan doa "Assalamualaikum... Aqila boleh suster masuk?" aku mengintip dari balik tirai pasien. "Iya suster, tolong bantu kami!" ibu qila menjawab sambil menengok ke arah ku. "Sini suster bantu yah, qila tiduran saja ya" aku seka badan mungilnya dengan waslap dan air hangat yang sudah aku siapkan, aku ganti Sprei dan sarung bantalnya. "Wah sudah cantik dan wangi sekarang.." puji ku pada anak itu "Terimakasih banyak yah suster, ayo Kila bilang terima kasih! sama suster-siapa namanya sus?" tanya ibu anak itu pada ku. "Saya Kenya Bu..!" jawabku "Saya Mila... " wanita cantik itu mengulurkan tangannya. "Ayo qila bilang apa?" "Terima Maicih suster Kenya" sambil memeluk boneka Teddy nya. "Iya sama-sama cantik" ku lemparkan senyum paling indah pada qila "Ehmmm.... Bu Mila, saya mau minta ijin supaya qila jadi pasien praktek saya besok, boleh tidak? karena pasien saya kaji kemarin hari ini pulang". iya yang benar saja, pasien sebelum ku, minta pulang paksa atas permintaan sendiri (APS) karena si anak tidak bisa tidur di RS Haduh, mau tak mau aku harus mengganti ulang semua laporan ku. "Panggil saja tan-te Mila, usia Tante belum setua itu di panggil Bu" Ah ngak salah denger yah, Iya sih bu Mila ini. maksudku Tante Mila pasti usianya hanya terpaut 10 tahun dari ku. "Kalau qila tidak keberatan, saya sih okeh saja sus" Bu Mila "Qila mau suster, tapi ngak mau di untik sus?" dia langsung memegang lengan kirinya. "Suntik maksud kamu?" ngak dong sayang, besok saat ujian suster memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit qila".aku mencoba memberi penjelasan. "Oooooh..... boleh dengar sekarang" Ha- di luar dugaan tebakan ku salah, anak ini antusias ternyata. "Besok saja yah nak,,,, Posternya belum selesai" "Em..." bisa cemberut juga qila gemes "Qila,,,,,!" tante Mila menggoyangkan jari telunjuk kepada qila. "Drrrrtttt.......' "Mah Hp nya bunyi" qila menunjuk benda pipih hitam itu di atas meja. [Iya Qila baik-baik saja] "Alhamdulillah dah mendingan kok, mau bicara dengan qila? Vidio call ya" samar-samar terdengar percakapan telephon itu, karena aku tepat berdiri di sebelah tante mila, mengecek suhu badan qila, saat itu. "Om.... kok ngak jenguk qila" kulihat Qila tersenyum di balik benda pipih itu. [Iya nanti om kesana, Qila cepat sembuh yah, om kangen nih pengen peluk Qila] Suara di balik telepon itu seperti ngak asing di telinga ku. [Ehh qila coba putar HP nya om liat kamar kamu dong] heee..... Aneh banget om nya qila, kamar rumah sakit aja pake di liat. "Ini om qila di kamar-berapa mah?" tanya nya sambil memutar Hp ke penjuru kamar. "Lantai 3 ruang Anggrek 315" "Tuh dengarkan om?" [Qila-qila tolong kasih hape nya ke mama yah om mau bicara] "Ihh om mah gitu.... ini mah" anak itu mengerucutkan mulutnya. "ohh... gitu yahh,,,, selera kamu tinggi juga, pintarnya om nya qila" tante mila sepertinya menatapku lekat, tapi mungkin hanya perasaan ku saja "Iya sudah, cepat ya qila nungguin tuh, kalo ke sini tolong bawain cemilan yah jangan tangan kosong" tukas Bu Mila disertai tawa "Walaikumsalam.... " Bu Mila mematikan pangilan tersebut. "Qila bunda nanti mau pulang dulu yah, ambil pakaian ganti, qila ditemani suster Kenya dlu sebentar lagi om Mulya datang kok". aku agak kaget juga sih, pasien ku kan bukan qila saja, gimana dengan yang lain. "Iyaa mah,,, asikkk om ke sini.." "Maaf Tante, tapi saya ngak bisa standby disini pasien yang lain nanti gimana?" "Tolong yah suster 10 menit lagi om nya qila sampai kok,,, saya harus ke sekolah kakaknya qila untuk tanda tangan" "Iya sudah tante, saya izin dulu ke kepala ruangan saya kalau begitu "Iya sus, makasih yah?" sambil disatukan kedua tangan ke dadanya. Setelah di berikan ijin, aku kembali ke kamar qila, sudah 5 menit setelah kepergian Tante mila, aku dan qila bertukar cerita tentang sekolahnya, qila anak yang ceria mudah untuk ku menghiburnya. 'Tok..tok...tok....' sepertinya ada yang mengetuk pintu kamar kami "Assalamualaikum..." 'suara itu....' "Walaikum salam ka-mu.. " suara ku tercekat, melihat siapa yang hadir dihadapan ku. 1088/5000 *nb: hayooo tau donk disapa dia*bantu klik love yah pada cerita pertama ku semoga kalian suka.??
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN