"Maafkan aku Key, jika kau kecewa aku tidak pernah bermaksud berbohong kepada mu, tapi benar yang kau dengar aku adalah Iraz" Pria ini iraz, aku masih belum bisa percaya, laki-laki yang ada di hadapan ku ini pria yang sangat ingin ku lihat, ku rindukan dan juga ingin ku lupakan. "Viras Mulya Pratama" Pria itu menatap mataku tajam dan dapat kurasakan dadaku mulai berdegup kencang, benarkah pria yang ada di hadapan ku ini Iraz. Aku memundurkan wajahku sambil berkedip apa benar yang aku lihat, apa benar yang aku dengar. "Ti-da-k... ti-dak mung-kin" suara ku tercekat, tidak mungkin wajah mereka berbeda. "Lebih baik kita keluar, perut ku lapar sekali, kamu juga ku perhatikan belum menyentuh makanan tadi disana!" Iraz membalikan badan langsung keluar dari pintu mobil. Aku masih mematung saa

