Chapter 51

1360 Kata

    Eddie meneguk teh dari dalam cangkir di hadapannya. Rasanya masih sama seperti dulu. Entah mengapa minum teh di tempat lain dengan teh bersama keluarga kecilnya ini terasa berbeda walau merk teh dan cara menyeduhnya sama. Mungkin inilah yang disebut bahagia. Kata orang, segalanya akan terasa indah ketika kau bersama orang-orang yang kau kasihi. Mungkin benar. Setidaknya, itulah yang dirasakan Eddie saat ini. Ia bahagia.      “Apakah Adeline tahu kau berada di sini?” tanya Marriane. Ia ingin tahu apa yang sudah Eddie lakukan pada wanita itu. Apakah mereka masih bersama?      Eddie meletakkan cangkirnya.      “Dia sudah tiada. Akhir bulan lalu, Tuhan memanggilnya pulang.”      “Sa-sakit apa, Pa?”      Eddie menatap Celline dengan datar. Ia tidak menunjukkan raut wajah sedih karena m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN