Celline memberikan sebuah tas bingkisan dengan motif hati yang sangat cantik dari sebuah toko kue. Eddie menerima bingkisan itu dengan terheran-heran. “Papa harus bawa ini untuk Mama. Mama sangat suka dengan cheese cake dari toko kue ini. Ini untuk mendapatkan perhatiannya lagi.” “Kamu yakin Mamamu mau menemui Papa?” Celline menarik tangan Eddie dan menggenggamnya. “Papa percayadirilah. Ini kesempatan Papa untuk bisa menemui Mama lagi.” Jantung Eddie berdegup kencang. Ia seperti seorang remaja yang hendak menyatakan cinta pada seseorang yang disukainya. Bukannya tidak pernah menyatakan cinta, tapi itu sudah sangat lama. Ia merasa gugup sekarang. Berulang kali ia menghapus keringat dingin di keningnya, tetap saja rasa gugup itu tidak hilang. Ia meneguk ludahnya

