Celline keluar dari café itu dengan perasaan tak menentu. Ia yakin masih memiliki kesempatan untuk menyatukan kedua orangtuanya lagi. Bukankah ini seharusnya menjadi akhir yang indah? Atau mungkin lebih tepatnya awal yang indah bagi keluarganya lagi? Tapi entah mengapa hatinya begitu gamang. Ayahnya sepertinya tidak percaya diri untuk menemui Ibunya. Sementara Ibunya masih tidak bisa memaafkan ayahnya setelah sekian lama. Apakah mereka bisa disatukan kembali? Itu kerinduannya sejak dulu. Eddie mengatakan bahwa ia masih sangat mencintai Marriane. Meskipun ada Adeline waktu itu dan putri yang dikandungnya, tapi hati Eddie hanya milik Marriane seorang. Ia menikahi Adeline secara adat dan hanya diketahui oleh pihak keluarga Adeline. Tapi itu hanya sekedar formalitas, sebagai tanggung

