Flashback on Beberapa hari sebelum pernikahan Rivaldi dan Celline. Antony bangun dari mimpinya. Lagi-lagi ia bermimpi hal yang sama. Hidupnya akan bertahan hingga acara pemberkatan nikah Rivaldi dan Celline selesai. Ia menangis dalam diam. Jika Tuhan mengizinkannya memiliki umur yang lebih panjang, ia pasti bisa menikmati hidup bahagia bersama seluruh keluarga besarnya. Namun sepertinya kali ini waktunya di dunia sudah selesai. Tak lama lagi, ia akan berjalan menuju kekekalan. Makin ia bersedih, dadanya makin terasa nyeri. Ia memanggil perawat yang berjaga di luar. Para perawat segera menghubungi dokter untuk memeriksanya. Viona baru saja datang setelah mandi dan beristirahat di rumah. Antony yang memintanya untuk pulang kemarin karena ia tahu Viona sangat kelelahan

