Celline menggeliat di atas ranjangnya. Ia memegang dahinya sendiri dan merasakan bahwa demamnya sudah reda. Ia jauh lebih baik. Ia melihat Marriane berbaring di sebelahnya. Marriane semalaman menjaga Celline demi agar Celline tampil dengan kondisi terbaiknya dalam acara pernikahannya. Dan, pengorbanan Marriane berhasil. Celline sudah jauh lebih sehat. “Sudah sehat?” tanya Marriane dengan memejamkan matanya lalu membuka matanya memandang Celline yang sedari tadi memandanginya juga. Celline mengangguk lalu memeluk tubuh Ibunya. “Terima kasih sudah menjagaku, Ma. Terima kasih kalau Mama sudah menjagaku hingga hari ini.” Perkataan Celline itu membuat Marriane meneteskan air mata penuh haru. Ia mengeratkan pelukannya pada Celline. TING TONG Pintu kamar mereka d

