Klakson SUV hitam itu berbunyi tiga kali, tanda ada seseorang yang sudah menunggu di luar sana. Celline tampak tergopoh-gopoh keluar dari rumahnya. Waktu hendak memakai sepatu kerjanya, kakinya tidak sengaja terpelecok ke samping. “Aww!!!” Celline buru-buru memakai sepatunya karena kuatir Rivaldi menunggunya terlalu lama. Ia berjalan menuju ke mobil dengan terseok-seok. Rivaldi melihat cara berjalan gadis itu. Ia tahu bahwa sesuatu terjadi pada Celline. Ia langsung turun dari mobil dan memapah Celline masuk ke mobil. “Sini biar kulihat kakimu.” Rivaldi menarik kaki Celline ke atas pangkuannya. “Aku… tidak apa, Kak.” Rivaldi tidak menjawab dan langsung memijit-mijit kaki Celline. “Sudah, lain kali hati-hati. Aku tidak akan meninggalkanmu. Jadi tetaplah tenang dan

