Rivaldi dan Celline berjalan keluar dari rumah sakit. Hari sudah malam dan mereka sudah di rumah sakit seharian. Viona meminta Rivaldi untuk mengantarkan Celline kembali. Ia kuatir Ibu Celline akan mencarinya. Sesampainya di depan pintu rumah sakit, Rivaldi merogoh saku celananya. “Eh… sepertinya kunci mobilnya tertinggal di atas. Tunggulah di sini aku akan mengambilnya.” Celline menurut dan duduk di lobby rumah sakit. Celline mengambil majalah dari atas meja di hadapannya. Ia membolak-balikkan halaman majalah itu hingga sudut matanya menangkap bayangan seseorang yang sangat dirindukannya. “Papa!” Celline meninggalkan tempat duduknya lalu bergegas mencari sosok yang dilihatnya tadi. Hatinya begitu sedih ketika tak mendapati siapapun di sana. Ia sangat rindu pada ayahn

