30. Sebuah Alasan

1712 Kata

"MAHESA, AYO SHOOT SA!" Sesuai instruksi, Mahesa langsung berlari tiga langkah, setelahnya dia melompat setinggi mungkin dan, hap! Bola oren itu berhasil masuk dengan sangat sempurna ke dalam ring. Bahkan Mahesa masih sempatnya untuk bergelandotan terlebih dahulu pada besinya. "Good job, man!" puji Azka sebagai ketua tim basket SMA Garuda. Mahesa tersenyum bangga terhadap dirinya. Selain jago berantem, Mahesa juga jago memainkan bola basket. "OKE, ISTIRAHAT DULU NANTI LANJUT LAGI," pelatih kembali mengintruksi. Dengan tubuh bermandikan keringat, Mahesa melirik ke pinggir lapangan di mana ada seorang gadis yang sedang menunggunya latihan. Dia adalah Selina, sosok yang selama ini berhasil mengobrak abrik isi hatinya, menyisihkan segala yang ada di dalamnya, membuat Selina kini menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN