Pagi ini agaknya akan menjadi pagi tercerah sepanjang masa. Begitu cerah, secerah wajah dan penampilan Mahesa. Sejak kedatangannya di parkiran sekolah, semua mata langsung tertuju kepada cowok yang penampilannya berubah seratus delapan puluh derajat itu. Niat berubah benar-benar Mahesa tekankan dalam dirinya. Mahesa benar ingin berubah untuk Mamanya agar, mungkin—di sisa hidupnya, Mama akan merasa menjadi orang tua paling bahagia yang berhasil mendidik anaknya dengan baik. Sementara itu Mahesa juga ingin berubah untuk Papanya, Mahesa ingin Papa melihatnya tidak sebelah mata, seperti halnya Selina yang selalu melihat Mahesa dari dua sisi. Mahesa ingin membuktikan ucapan Selina kepada Papa, kalau lingkungan buruk tak akan membuat orang di dalamnya jadi buruk juga. "Mahesa? Ini kamu? Ibu sam

