Sera berjalan ke arah balkon, menjauhi suaminya yang masih membersihkan diri di kamar mandi. Ia membuka ponsel, lalu menyambungkan e-mail lamanya di ponsel tersebut untuk mem-back up ulang semua data yang sudah hilang. Semua kontak yang ia cari muncul, termasuk kontak milik Baron, saudaranya. Ia segera mendial nomor ponsel itu, menunggu deringan dari panggilan itu terjawab. “Hallo ... .” “Baron ini aku Sera ... Ada apa? Apa ang terjadi? Aku terkejut saat seseorang tiba-tiba berniat memberi kami racun. Beruntunglah racunnya bisa aku deteksi.” Ujar Sera dengan cepat. “Sera ... akhirnya kau menghubungiku juga. Mereka adalah orang-orang yang ingin mencelakai kalian. Seseorang mengirim untuk melukaimu tapi tak tahu mengapa kalian berdua sekarang menjadi sasarannya. Berhati-hatilah. Aku ma

