Steve tak melepaskan genggaman tangannya pada tangan mungil Sera sepanjang keduanya menapakkan kaki telanjang mereka diatas pasir putih yang sangat bersih. Sesekali keduanya saling menendang pasir hingga mengenai kaki satu sama lain dan sesekali menyipratkan air yang menghampiri mereka melalui ombak ringan yang juga menghampiri kaki mereka. “Steve ombaknya datang lagi.” Seru Sera seraya menarik tangan Steve menghampiri ombak yang datang. “Dingin!” Seru Sera lagi ketika ombak itu entah untuk ke berapa kalinya menghantam kaki mereka. Sementara Steve tak bisa membantah atau melakukan apapun. Ia hanya terkekeh pelan melihat tingkah sang istri kemudian menarik tangan mungil itu kembali untuk keluar dari air sebatas mata kaki itu. “Dari tadi kau mengatakan dingin tapi terus saja menghampiri ai

