"Oke, kalau begitu! Aku akan mengobatimu." Setelah Firdaus mengatakan itu, dia mengeluarkan alat bekam yang dibawanya. Kini, alat bekam sudah menjadi barang yang harus dbawa kemana-mana olehnya. "Dik, kamu bisa bekam?" Firdaus tersenyum tipis, "Anda bisa minum obat, tetapi butuh waktu seminggu. Tetapi dengan bekam Anda bisa langsung sembuh." "Bekam!" Pria ini bahkan tidak berpikir lagi. Firdaus mengangguk, lalu menempelkan alat bekam ke tubuh pria itu. Awalnya, pria itu tidak percaya, dan menganggapnya omong kosong. Namun, dia segera merasakan perubahan, ada hawa panas yang mengalir di seluruh tubuhnya, di saat bersamaan, rasa dingin yang selalu ada di tubuhnya seperti es yang mencair, semakin lama semakin terasa, lalu perlahan menghilang, dan tubuhnya menjadi

