Untungnya hari ini Arif tidak berangkat ke tokonya, jadi ada yang menenangkan Indah ketika mendengarkan kabar dari sahabat-sahabat putrinya. Indah tidak menyangka jika pria yang dia kenal baik dengan putrinya akan tega melakukan hal sekeji itu. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Afra dan yang lainnya datang telat untuk menyelamatkan, mungkin sekarang putrinya sudah tambah tidak karuan. "Syifa Pak," tangis Indah pecah di pelukan suaminya. Afra dan yang lainnya tidak tega mendengarkan tangis Indah yang terdengar sangat pilu. Mereka tidak ingin menceritakan, tapi Dwiki bilang mau tidak mau harus di ceritakan. "Ibu maaf, mengenai psikiater, Ibu setuju atau tidak ya Bu?" tanya Afra. Dia takut, jika Indah tidak setuju dengan apa yang dokter katakan. Karena rata-rata orang menganggap

