Punggung yang dari tadi tegak akhirnya bisa bersandar di sandaran kursi di belakangnya. Dengan perlahan, Dwiki menghirup oksigen lalu menghembuskannya secara perlahan. Setidaknya sedikit demi sedikit pekerjaannya berkurang. Padahal bnisa saja dirinya menyuruh karyawannya untuk menyelesaikan ini semua. Tapi jika ada masalah seperti ini Dwiki leboih suka menangani sendiri dan tentunya lebih puas saja. Dwiki melirik jam yang terpampang di ruangannya. Dikit lagi waktu maghrib, tidak terasa dia mengerjakannya. Melihat ponselnya sekilas, dia dari tadi tidak mendengar bunyi notifikasi yang terdengar. Masalahnya dia memang memasang bunyi khusus untuk panggilan dari wanitanya. Kedua alisnya bertaut ketika melihat panggilan dari Afra. Dan firasat buruk mulai melingkupi dirinya lagi. [Halo, assala

