Menelisik dari depan halamannya saja, Dwiki bisa menyimpulkan jika di rumah itu tidak ada orang, sangat terlihat sepi. "Sepi banget kayaknya rumah kamu yang." ujar Dwiki seraya membuka seatbeltnya. "Iya, Bapak kayaknya lagi di toko. Ibu kan pergi ke rumah bu RT." Dwiki menganggukan kepalanya, "Sayang, sama Papah yuk." tawar Dwiki yang tidak tega melihat wanitanya itu dari tadi menggendong dan memangku anaknya. Dia yakin, Syifa pasti sudah lelah di kampusnya. Kila menurut saja apa yang papahnya katakan dan berpindah ke gendongan Dwiki. Dalam hatinya, Syifa bisa bernafas lega. Rasa ingin menolak anak itu ketika meminta dipangku dan digendongnya tapi apa daya, dia tidak bisa melihat raut kesedihan yang terpancar di wajah anak itu. Syifa langsung turun dari mobil setelah melepaskan seatb

