47 "Arrgghhh!! Dasar b******k! s****n!!" Stella mengumpat sejadinya dengan lengan tangan menyapu jatuh peralatan make-up miliknya yang tertata rapi di meja rias. Rasa kesal yang sudah menyelimuti, seakan tak terbendung sehingga mengharuskan dirinya melampiaskan amarahnya itu terhadap barang-barang dikamarnya yang kini sebagian besar sudah teronggok berserakan dilantai. Sprei tempat tidur yang tadinya tertata rapi sudah terlihat berantakan. Bantal dan guling yang juga telah ia lemparkan kesegala arah. Begitu juga dengan barang-barang lain seperti lampu tidur kamarnya yang ia lemparkan ke dinding dan membuat pecahannya bercecer dimana-mana. Amarah, rasa kesal sekaligus kesedihan yang bercampur menjadi satu, membuat keadaan Stella sudah menjadi tak karuan untuk saat ini. Sudah cukup lam

