Hari ini terasa berat, selain memiirkan Yasir, Yanti juga masih memikirkan ibunya. Masih tak tenang rasanya kalau belum mendengar kabar ibunya. Yanti bahkan tak tahu apa Yasir sudah menemui sopir mobil yang menuju ke kampungnya. Yanti bahkan ingin rasanya ke terminal sekarang dan menemui sopir yang arah tujuannya ke kampung halamannya. Rindunya akan kabar berita ibunya sudah sangat menggebu gebu. Tetapi kalau ia ke terminal sekarang, tak enak dengan Bu Ani tadi saja sudah kesianagan. Sekarang malah mau pergi izin pula.Yanti akhirnya mengalah dan membiarkan rasa rindunya menari nari di dalam dadanya. Malam pun menjelang. Yanti nampak berjalan perlahan pulang. Seperti biasa Ia membawa dua bungkus nasi. Bedanya malam ini Yanti sengaja memisahkan nasi dengan lauk pauknya. Yanti takut nasinya

