Bab 39

1025 Kata

Melalui jendela kamar hotel, Ayana bisa menyaksikan betapa kota New York membuatnya terkagum-kagum. Ditemani Americano hangat, mata hitam Ayana dimanjakan oleh pemandangan bangunan megah yang berdiri tegak di sepanjang kota New York. Ayana lebih nyaman dengan baju tidur berwarna putih tipis yang menghiasi tubuh putih mulusnya.  "Aku benar-benar tidak mengharapkan kau kembali ke Singapura. Bisakah kau tetap tinggal bersamaku di New York?" Seavey melingkarkan tangannya di pinggang Ayana. Menciumi leher perempuan itu dengan sangat agresif. "Hanya sebentar, Sea! Aku pasti kembali!" Ayana tersenyum. Memang benar bahwa ia belum pernah membicarakan keinginannya untuk menetap di New York kepada kedua orang tuanya. Namun Ayana yakin jikalau orang tuanya akan memberikan izin dari mereka. "Aku tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN