*** Perpisahan adalah momen yang paling dibenci oleh siapa pun. Tidak ada seorang pun yang menginginkan adanya perpisahan dalam daftar hidupnya. Sudah dua hari berlalu ketika Ayana dan orang tuanya kembali ke Asia Tenggara. Dan Seavey tidak tahu harus melakukan apa lagi. Dia bahkan tidak bisa membuat Ayah Ayana mengerti kondisinya. "Aku mengisolasi diri di dalam kamar. Aku marah pada Papa. Walau sudah kujelaskan seratus kali, Papa tidak percaya aku bahagia bersamamu. Aku sangat tertekan, Sea. Aku merindukanmu. Apakah takdir sekejam ini pada kita?" Begitu kata Ayana saat Seavey meneleponnya tepat jam sepuluh malam di New York. "Haruskah aku ke Pulau Sentosa. Menculikmu agar bisa ke sini lagi?" Seavey mematung di depan laptopnya. Memikirkan cara agar bisa bertemu Ayana secepatnya. "Tidak

