Malam hari adalah momen paling tepat untuk menghabiskan waktu berdua. Utamanya bersama kekasih hati. Ayana masih memandangi bunga yang ada di hadapannya ketika Seavey menutup matanya dari belakang. "Aku tahu itu kau, Sea." Ayana menebak membuat Seavey melepas tangannya. "Sepertinya kau sudah hafal dengan sentuhanku!" Seavey berkomentar. Memutar tubuh Ayana sampai bola mata mereka beradu. Saling memancarkan cahaya cinta. "Benar. Aku bisa merasakan darahku seolah mendidih setiap kali kau menyentuhku. Aku menemukan kontak batin semacam itu." Seavey menampilkan seutas senyum. Pria itu menyisir rambut Ayana dengan jarinya, "Apa yang kaulihat? Kau terlihat serius malam ini? Apa sesuatu mengganggumu?" Seavey selalu khawatir jikalau Ayana berekspresi serius. Takut kalau-kalau ada sesuatu yang

