"Jadi lo beneran begituan sama Adly, Cha? Jadi Adly beneran buka celana lo, Cha?" Icha merasakan percikan air yang menghambur di wajahnya dan perlahan itu membuatnya membuka mata. Hanya Atul yang memenuhi pandangan saat nyawa penglihatan itu kembali. Tangan kanannya refleks mengusap wajah yang kemudian bergerak memegangi pinggiran dahi persis orang sakit kepala. "Icha dimana, Tul?" Sapa Icha yang berusaha membangkitkan tubuhnya. Dia ingin duduk, tapi Atul cepat-cepat menahannya. "Icha jangan bangun dulu, baring aja. Icha tadi pingsan dua kali. Sekarang ada di ruang UKS." "Hah, Icha pingsan dua kali?" Sahut Icha yang kembali berbaring seperti semula. "Perasaan tadi Icha makan bekal dari Mama, deh. Kok, bisa Icha pingsan sampai dua kali, Tul?" Atul gagap, tapi lebih memilih untuk membat

