"Icha hebat, 'kan, Ma, bisa ngalahin Tante Wati. Tante Wati aja puluhan tahun nggak bisa hamil. Nah, Icha, nggak sampe seminggu sudah bisa hamil." Adly yang baru saja akan memasuki kelasnya kembali, tiba-tiba dicegat oleh Acap. Entah kenapa hari ini begitu banyak orang jealous padanya. Acap bahkan menyandarkan tubuh Adly ke dinding di samping pintu dan memuntir kerah bajunya. "b******k banget, ya, lo, Dly, sekalinya," hardik Acap memuncratkan percikan liur ke wajah Adly. "Gue kira lo culun budiman, ternyata tukang tikung juga, ya." Acap menyeringai tajam. Puntirannya dikerah baju Adly semakin menguat. Adly yang terkejut, mencoba melepaskan rengkuhan itu, meski tak bisa ia lakukan dengan sempurna. "Ma-maksud lo apa, Cap? Lo marah karna tadi nggak gue kasih contekan PR Penjas?" "Bukan it

