Chapter 23

1288 Kata

Saat sendirian di dalam kamarnya, tiba-tiba rasa takut datang menyelimuti dirinya. Fuji takut kalau apa yang terjadi padanya dan Aska akan berlangsung lama, atau bahkan selamanya. Fuji memeluk bantal gulingnya dengan erat dan menangis tersedu-sedu. Bagaimana kalau ini benar-benar terjadi selamanya? Bagaimana caranya dia menjalani hidup seperti ini? Menjadi orang lain dan melakukan kebiasaannya, itu bukanlah hal yang mudah. Fuji juga harus kehilangan banyak momen dengan orang-orang terdekatnya karena yang melewati semua itu bukan lagi dirinya, melainkan Aska. Rasanya ini sungguh mustahil. Mana mungkin, ada jiwa yang bisa tertukar satu sama lain hanya karena dia dan Aska nyaris tenggelam. Bahkan, jika mereka mengatakan hal itu pada semua orang, tidak akan ada yang mempercayainya. Justru yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN