Chapter 24

1818 Kata

Ponsel di atas bantal itu terus berdering, seakan-akan sedang berusaha membangunkan sosok yang sedang tertidur pulas di dekatnya. Selimut yang kemarin malam dipakai orang itu pun, sudah terhempas jatuh ke lantai bersama dengan boneka-boneka miliknya yang sebelumnya tersusun rapi di atas ranjang. Entah apa yang terjadi saat dia tidur sampai-sampai kondisi ranjangnya sangat berantakan. Setelah ponsel itu berdering cukup lama, barulah sosok itu membuka matanya dengan enggan. “Siapa sih? Pagi-pagi udah ganggu orang tidur!” katanya, sebal lalu mengambil ponsel itu. Sambil menyipitkan matanya sedikit, dia melihat layar untuk membaca tulisan yang tertera di sana. Ada nomor yang tidak dikenal. “Siapa sih ini?” gumamnya dengan bibir cemberut. “Awas aja kalo kenal, gue sedot tuh ubun-ubunnya! Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN