Chapter 30

2161 Kata

Irene duduk di sofa sambil memandangi wajah Fuji dengan penuh perhatian. “Kamu habis dari salon, ya?” tanyanya kemudian. Aska mengangguk. “Ya.” “Oh, pantesan, rambut kamu kelihatan beda, hehehe.” Aska tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Meski berada di dalam raga orang lain, Aska tetap tidak nyaman bertemu dengan masa lalunya itu. "Kenapa ke sini?" Irene terlihat bingung dengan pertanyaan itu. Menurutnya, Fuji yang sebelumnya dia kenal tidak sekaku ini. Kesan pertama saat bicara dengannya, Fuji adalah sosok yang hamble dan tidak membosankan. Tapi kenapa kali ini dia menunjukkan sisi yang berbeda? "Hmm, aku ganggu, ya?" "Nggak juga. By the way, lo tinggal di lantai berapa?” tanya Aska penasaran. Irene pernah bilang dia akan menyewa salah satu unit di gedung ini. Entah apa t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN