FUJI terpelongo kaget begitu dilihatnya Aska ada di sana, duduk dengan tenang, tapi tidak dengan pandangan matanya yang dalam khayalan Fuji seperti mengeluarkan percikan api neraka. Kok dia bisa ada di sini? Apa Irene juga mengundangnya? pikir Fuji, masih tak beranjak dari tempatnya. “Kenapa, Ka?” tanya Irene, heran. Tapi, setelah menyadari ke mana tatapan Aska tertuju, Irene berkata lagi, “Oh, ya, maaf ya aku nggak bilang kalau aku juga ajak Fuji ke sini. Hm, Fuji, aku juga minta maaf sama kamu karena sebelumnya nggak bilang kalau Aska juga akan datang.” Aska menunjukkan seulas senyum. “Iya, nggak apa-apa kok.” “Duduk, Ka. Aku mau siapin makanannya dulu, ya?” Irene beranjak menuju ruang makan. Fuji melirik Aska dengan takut-takut lalu duduk di kursi depannya. “Lo di sini,” katanya, me

