“Kamu nggak boleh pergi.” Aska menahan pintu mobil yang baru Fuji buka. Terang saja itu langsung membuat Fuji menatapnya dengan jengkel. “Kenapa?” “Saya nggak pernah dugem seumur hidup saya.” “Seru, tahu! Sesekali itu nggak apa-apa nikmati hidup dengan cara sesat. Hidup itu nggak enak kalau lurus-lurus aja.” “Itu menurut kamu. Tapi buat saya, lebih enak punya hidup yang taat sama aturan. Jadi nggak ada hal sia-sia yang dilakukan.” Fuji speechlees. Jadi gini, pemikiran orang yang punya IQ di atas rata-rata? Atau jangan-jangan cuma Aska saja yang punya pemikiran kayak gitu? Serius dia nggak pernah hepi-hepi selama hidupnya? Lagipula, selama ini dia tinggal di luar negeri, kan? Kenapa dia malah kelihatan kayak tinggal di dalam goa? “Kenapa ngelihatin saya kayak gitu?” “Gue tuh ngeliha

