“Bangun,” kata Aska pada Fuji yang tertidur pulas di sampingnya. Meski sudah mengguncangnya beberapa kali, dia belum juga bangun. “Ngerepotin banget sih nih cewek,” cetusnya lalu memilih menunggu. Tapi, setelah 15 menit berlalu, Fuji juga tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan bangun. Entah saat itu dia sedang tidur, atau malah sedang pingsan, Aska tidak tahu. “Fujita Naura, bangun,” ujarnya sekali lagi, kali ini sambil menepuk-nepuk pelan wajahnya. “Ini udah mau tengah malam, kita nggak mungkin di sini sampai besok.” Aska melirik jam tangan yang menunjukkan pukul sebelas lewat. Mana mungkin sepanjang malam mereka berada di dalam mobil itu. Jadi, mau tak mau, Aska akhirnya memutuskan untuk menggendong Fuji menuju unitnya. Aska hanya berharap kalau tidak ada seorang pun yang mengen

