“Kamu lagi sama cowok, ya? Hayo, ngaku sama Mama! Ini masih pagi banget loh, Fuji. Emangnya ada tamu yang datang pagi-pagi gini ke apartemen kamu?” “Nggak ada, ah. Orang Fuji lagi sendirian kok, Ma. Nih lihat nggak ada siapa-siapa.” Aska mengarahkan ponselnya ke sekeliling ruangan sementara Fuji sudah bersembunyi di kolong meja. “Nggak percaya. Coba tuh kameranya kamu arahin ke kolong meja.” “Nggak ada siapa-siapa, Ma,” kata Aska sambil tertawa, berusaha menutupi rasa gugupnya. “Mama curiga sama kamu jadinya. Nggak mungkin Mama salah dengar. Tadi itu kayak suara cowok. Jangan-jangan sekarang dia udah kabur ya ke kamar?” Fuji menggeleng tak habis pikir. Begitulah kalau ibunya sudah overthinking, bawaannya pasti nggak percayaan gitu. “Ya udah kalau Mama nggak percaya,” jawab Aska ketus

