Fuji mendengar ada suara yang memanggil-manggil nama Aska di telinganya, tapi rasanya dia sulit untuk membuka mata. Tapi, setelah mencoba beberapa kali, akhirnya dia bisa merasakan ada cahaya yang menembus masuk melalui kelopak mata yang mulai membuka perlahan. “Kamu nggak apa-apa?” tanya seorang wanita pemilik seraut wajah yang kini menatapnya dengan khawatir. Pada saat Fuji membuka matanya lebar-lebar, barulah dia menyadari kalau sosok itu adalah Lidia. Wanita itu sedang duduk di sebelahnya, sementara Nunung berdiri di belakangnya. Wajah dan rambut keduanya terlihat sangat berantakan, mungkin akibat pergulatan yang tadi terjadi di lobby. Fuji juga baru ingat kalau dia sempat menjadi sasaran Nunung sampai dia jatuh pingsan. ‘Untuk aja nggak sampai lewat.’ Fuji mengucap syukur dalam ha

