Chapter 40

2182 Kata

“Makasih, ya, tadi lo udah bantuin gue,” kata Fuji pada Aska sebelum Kaila datang dan bergabung bersama mereka untuk makan siang bersama. Aska mengangguk. “Kalau boleh tahu, memangnya Zoya ada ngomong apa aja tentang kamu?” “Ya gitu deh, dia ngejatuhin gue. Biasalah orang kalau udah punya penyakit hati, emang suka gitu. Gue nggak nyangka aja, ternyata orang yang gue anggap temen, malah anggap gue lawannya,” Fuji tertawa mendengus. “Selama ini rupanya dia nggak suka sama gue. Ada ya orang kayak gitu? Padahal gue udah anggap dia temen baik. Sejauh ini, Kaila emang yang terbaik sih.” “Iya, kamu beruntung punya sahabat seperti Kaila.” “Lo udah tahu kan kalau Kaila suka sama lo? Dia pasti cerita banyak soal lo kalau lagi bareng.” Aska tidak membantah hal itu. Tadi saja, Kaila sudah mau me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN