Kaila menghampiri sosok Fuji yang sedang termenung di salah satu kursi di bawah pohon yang ada di belakang gedung kampus. Sejak kejadian hari itu, Kaila merasa kalau Fuji kelihatan lebih pendiam dan agak aneh. Sahabatnya itu bahkan belum cerita apa-apa soal kronologi kenapa dia dan dosen mereka itu bisa kecebur kolam dan hampir beda alam. “Ngapain lo di sini sendirian, Ji?” tanya Kaila setelah duduk di sampingnya. Aska terkesiap dan menoleh menatap Kaila yang kini tersenyum padanya. “Lo ngapain di sini? Sendirian pula. Nggak takut kesambet jin penunggu sini?” canda Kaila. Aska tidak langsung menjawab, hanya mengembuskan napas panjang dan menatap lurus ke depan. “Sejauh apa lo kenal gue, Kai?” tanya Aska kemudian. “Sejauh apa, ya?” Kaila menaikkan kedua alisnya. “Tumben lo nanya gitu

