Heru Wicaksana mengetuk-ngetukkan tangannya dengan gelisah di atas meja. Dia menggoyang-goyangkan kakinya berulang kali. Kursinya yang nyaman dan lebar sama sekali tidak membantunya untuk duduk dengan rileks. Baru kali ini Heru tidak dapat menghubungi Tiger. Ponsel Tiger tidak aktif sejak hari Jumat malam. Sekarang sudah hari Senin dan Tiger lenyap seperti ditelan bumi. Selama ini tanpa disadari, Heru mulai banyak tergantung pada pasukan Tiger untuk membereskan banyak urusan kotor. Tiger termasuk orang yang bekerja dengan rapi an dapat dipercaya. Heru memutar-mutar sebuah bolpen mahal dengan jemarinya penuh rasa cemas. Hendi Wicaksana masih bertanya padanya mengenai kemajuan pencarian Antony Budiman. Sebagai Head Internal Audit Gemilang Jaya Group, Heru diminta untuk memburu

