HARI ini jadwalnya Dennis mendapat bagian untuk berkencan dengan Niana, walau kemarin sebenarnya Dennis sudah memanfaatkan kesempatan yang ada. Dennis sudah siap dengan kaus hitam, celana hitam, tak lupa dia juga menggunakan kaca mata hitam, walau begitu dia tetap terlihat sangat tampan. Dennis memencet bel apartemen Niana. Sebelumnya Dennis sudah mendapat jawaban dari permintaannya kepada Kak Juno 2 hari yang lalu, dan mereka juga sudah berjanji temu. “Kita mau ke mana, Dennis? Kenapa aku harus memakai pakaian gelap?” tanya Niana ketika dia sudah siap dan membukakan pintu untuk Dennis. “Ikut saja, Sayang,” ucap Dennis meraih tan gan Niana lembut dan mengenggamnya. “Apa-apaan dia?” batin Niana dan jantungnya kembali berdegup lebih cepat dari biasanya. Niana mencoba melepaskan genggam

