SETELAH tiba di apartemen Niana, Dennis langsung ke apartemennya untuk membasuh dirinya yang terasa lengket, begitu juga Niana. Setelah menyediakan minum untuk Rey, dia meminta Rey untuk duduk menunggunya di ruang tamu, lalu dia mandi. Dennis kembali ke apartemen Niana setelah selesai lebih dulu daripada Niana. “Kau ke sini lagi, Dennis?” tanya Rey begitu membukakan pintu apartemen Niana. “Ya, kenapa? Aku akan memasak makana n, memangnya kau tak lapar?” tanya Dennis santai. “Aku lapar, tapi aku tak ingin memakan makanan yang kau buat lagi,” ucap Rey sinis. “Terserah kau!” ucap Dennis menerobos masuk. “Niana, kau ingin makan apa?!” teriak Dennis menghiraukan keberadaan Rey. Niana keluar dari kamar dengan kaus kebesaran dan celana pendek yang tertutup oleh kausnya dan handuk yang mel

