BEN dan Niana sudah berada di dalam mobil, mereka siap menuju ke restaurant yang sudah di-booking lebih dulu oleh Ben. Ben memperhatikan Niana yang sudah du duk mantap di kursi penumpang, membuat Niana se dikit canggung ditatap seperti itu oleh Ben. Lama kelam aan Ben mendekatkan wajahnya ke wajah Niana, membuat Niana harus menahan napasnya. “Ya ampun, Xander, jangan sampai kau menciu mku. Aroma mint dari mulutmu sangat menggoda penciumanku,” batin Niana saat Ben yang ternyata hendak memakaikannya seatbelt. Klik Seatbelt terpasang mantap. “Kau harus memakai itu untuk menjalan kan mobilku,” ucap Ben tersenyum setelah ber hasil membuat Niana menahan nafasnya selama beberapa detik. “Astagaa ... sepertinya aku sudah ketularan mesumnya Dennis. Sialan kau, Lex!” umpat Niana malu sendiri, s

