Bagian Tujuh Puluh Sembilan

1527 Kata

Bagas berjalan mondar-mandir kesana-kemari. Dia sangat gelisah dan kuatir dengan istrinya yang sedang bertaruh nyawa di ruang persalinan. Keringat dingin menetes di keningnya. Rasa takut menyelingkupi relung hatinya, dia takut jika terjadi hal buruk dengan istrinya. Sudah lebih dari satu jam dia menunggu persalinan istrinya, namun sejak itu dia belum mendengar tangisan bayi atau pun dokter yang keluar dari ruangan. Dia hanya bisa melihat Nana dari kaca pintu yang sangat kecil. Untuk masuk ke dalam ruangan pun dia tidak mendapatkan izin. “Kenapa lama sekali sih, Ma?” tanya Bagas gelisah kepada Mama mertuanya. “Kamu yang sabar. Berdoa saja insyaallah mereka akan baik-baik saja.” Jawab Santi lembut menenangkan menantunya. Padahal dia sendiri juga merasa kuatir. Bagas tidak mengatakan apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN