Bagian Dua Puluh Lima

2086 Kata

Malam semakin gelap. Cuaca semakin dingin. Suasana komplek sudah sepi karena penghuninya sudah mematikan lampu rumah mereka. Nana berjalan sendirian dengan air mata yang terus mengalir. Bukan keinginannya meninggalkan rumah dengan keadaan seperti ini, namun dia sadar jika dia juga tak bisa meninggalkan suaminya sendiri. Sesekali dia bersin karena cuaca yang dingin, namun dia tetap melanjutkan langkahnya untuk pulang ke apartemen suaminya. Dia merasa tak enak hati meninggalkan suaminya lama-lama, walaupun sikap dingin suaminya masih dia rasakan hingga saat ini. Dia pikir akan sangat mudah membuat suaminya kembali mencintainya, namun nyatanya hingga saat ini suaminya sama sekali belum mencintainya lagi. Langkah demi langkah dia lalui. Sesekali dia menggesekkan kedua tangannya sendiri untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN