Dalam suasana hening dan sepi Bagas menikmati kesendiriannya, dengan menggenggam keleng soda yang sedikit lagi tak bersisa. Entah sudah botol yang ke berapa yang dia teguk hingga kepalanya menjadi pusing. Air mata yang belum kering masih terlihat di pipinya namun harus di tambah dengan air mata yang baru. Entah mengapa dia merasa kehilangan. Padahal dulu dia sangat menantikan moment ini. Bagas melempar kaleng soda ke sembarang arah. Pikirannya kacau tak tahu harus melakukan apa. Jujur jika dia harus berpisah dengan Nana dia tak rela, namun hatinya juga belum bisa menerima kehadiran Nana. Bagas mengacak-acak rambut nya asal. Ingin sekali menemui Nana namun dia tak tahu dimana keberadaanya. Lambat laun Bagas meletakkan kepalanya di atas meja. Dia mulai memejamkan matanya disaat matanya te

