Raungan di hari itu tak berhenti. Ratapan dari pria tua yang menyesali perbuatannya tak membuat iba. Alam seolah menutup telinganya dari segala keluh kesah kakek Kennedy di dalam kamar. Dia sendirian di sana dalam kehancuran hatinya. Casey menahan diri untuk tidak masuk ke dalam dan melihat kondisi kakek Kennedy. Dia membiarkan kakek Kennedy yang melihat hasil yang ia perbuat pada Evan, cucu yang sangat ia sayangi. Dia ingin membiarkan pria tua itu merasakan karma dari keras kepala dan keegoisannya yang sebesar gunung. Mungkin inilah hukuman yang terberat yang ia terima. Bahkan gagasan ia meninggal untuk menebus dosanya terlalu mudah untuknya. Kini dia harus menerima cucu yang paling ia sayangi hancur tak tersisa. Matanya harus melihat pemandangan menyakitkan ini tiap hari seumur hidupny

